BAB VI. Perubahan Benda

 

Mata Pelajaran            :   Ilmu Pengetahuan Alam ( IPA ) 

Kelas/Semester            :   VI / 1

Materi Pokok               :   Perubahan Pada Benda

Waktu                          :   6 x 45 menit (3 x pertemuan)

Metode                         :   Ceramah dan diskusi

  1. A.    Standar Kompetensi       :

6. Memahami faktor penyebab perubahan benda

  1. B.     Kompetensi Dasar

6.1 Menjelaskan faktor-faktor penyebab perubahan benda (pelapukan, perkaratan, pembusukan) melalui pengamatan

  1. C.    Tujuan Pembelajaran**:
  • Siswa dapat  Memahami peta konsep tentang perubahan benda
  • Siswa dapat  Menyebutkan penyebab perubahan benda
  • Siswa dapat  Memahami proses pelapukan
  • Siswa dapat  Menyebutkan cara mencegah proses pelapukan
  • Siswa dapat  Memahami proses perkaratan
  • Siswa dapat  Menyebutkan cara mencegah perkaratan dengan diskusi
  • Siswa dapat  Memahami penyebab pembusukan pada makanan
  • Siswa dapat  Menyebutkan cara mencegah pembusukan
  • Siswa dapat  Menyebutkan bahan pengawet alami dan buatan

Karakter siswa yang diharapkan : Disiplin (Discipline), Rasa hormat dan perhatian (respect), Tekun (diligence) , Tanggung jawab (responsibility) Dan Ketelitian (carefulness)

D.    Materi Essensial

Faktor penyebab perubahan benda.

 

Materi Pembelajaran :

Suatu benda pasti mengalami perubahan. Perubahan itu terjadi pada wujud,  warna, atau  sifat.  Apakah penyebab perubahan itu?

Mengapa sayuran yang  dibiarkan berhari-hari akan  layu  dan  mem- busuk?  Apa  yang terjadi jika paku  dibiarkan di udara terbuka? Apa  yang terjadi  jika roti  dibiarkan berminggu-minggu?

Amati  dan  pikirkan  gambar  6.1  berikut!

Amati dan  pikirkan  sejenak gambar berikut ini. Dapatkah kalian men- duga  atau  memperkirakan bagaimana terjadinya perubahan pada benda-benda  tersebut?

A. Berbagai Perubahan Benda

 Benda dapat mengalami perubahan akibat pelapukan, perkaratan, atau pembusukan. Benda-benda apa  saja  yang  mengalami pelapukan, per- karatan,  atau  pembusukan?

1. Pelapukan kayu

Perabotan kayu yang telah  digunakan bertahun-tahun, lama-kelamaan akan  lapuk  dan  keropos. Bagaimana pelapukan kayu  terjadi? Pelapukan kayu  terjadi karena adanya pergantian suhu yang berlangsung  terus me- nerus. Suhu panas dan  dingin menyebabkan permukaan kayu  tidak  licin, kayu  menjadi empuk, dan keropos.

Kayu yang terkena air akan  mempunyai kelembapan tinggi.  Kayu  itu menjadi cepat lapuk karena kayu itu juga akan menjadi tempat hidup jamur.

Pelapukan kayu juga disebabkan oleh rayap atau serangga bubuk kayu. Hewan-hewan tersebut memakan batang kayu  sampai akhirnya keropos dan lapuk.  Bagaimana hewan tersebut dapat menggerogoti kayu?  Mereka mempunyai enzim  pencernaan yang membantu mencerna kayu.

Lihatlah  gambar  6.2! Apa yang terjadi  jika kayu-kayu penyangga rumah kita lapuk?  Ya,  benar sekali, lama-kelamaan rumah akan  roboh. Kayu yang lapuk dan  berongga ten- tu  tidak  akan  kuat  menyangga ru- mah.

Bagaimana cara  mencegah pe- lapukan? Pelapukan kayu  dapat di- kurangi dengan melakukan bebe- rapa  hal  berikut.

1.    Kayu dan perabotan kayu diberi meni   kayu  untuk  mematikan bibit-bibit rayap.

2.    Kayu dan  perabotan kayu  dicat untuk  memperkecil penyerap- an air dari  luar.

 

 3.     Kayu  dikeringkan untuk  mengurangi kandungan air di dalamnya.

4.    Kayu atau  perabotan dari  kayu  jangan diletakkan di tempat berudara lembap. Udara lembap banyak mengandung  air.

2. Perkaratan logam

Perhatikan pagar besi  yang  ada  di rumah atau  di sekolahmu! Pada bagian tertentu terdapat bercak-bercak kuning kecoklatan atau  kehitaman. Selain warnanya demikian, mungkin juga telah  aus atau  berlubang-lubang. Bagian  itulah  yang disebut karat.

Lihatlah gambar  6.3! Apa sebenar- nya yang  menyebabkan perkaratan logam? Karat  pada logam terjadi kare- na  reaksi  kimia,  antara logam  (misal- nya  besi) dengan udara (oksigen atau  O ).  Reaksi  tersebut dinamakan reaksi oksidasi.  Reaksi  tersebut membentuk besi  oksida (karat).


Oksigen banyak terdapat di dalam air. Oleh  karena itu, reaksi  oksidasi banyak  terjadi di udara lembap yang banyak mengandung air.  Selain di permukaan, karat  juga  dapat terjadi   pada   bagian dalam. Mengapa? Karena, oksigen dari udara dapat menembus lapisan dalam logam. Akibat- nya  besi  akan menjadi berkarat dan  keropos.

Perkaratan pada besi dapat dicegah dengan cara menutupi permukaan besi  dengan cat  atau  dengan pelumas. Lapisan  cat  akan  menghalangi sentuhan  langsung antara besi  pagar dengan oksigen di udara.

Pernahkah kamu mendengar tentang tetanus? Tetanus adalah penyakit yang  terjadi  karena infeksi  yang  diakibatkan oleh  karat  besi.  Jika  sese- orang menginjak paku  besi  yang sudah berkarat, zat racun pada karat  pa- ku dapat menimbulkan kejang-kejang. Apabila tidak  segera diatasi dapat menyebabkan kematian. Oleh sebab itu, jika seseorang tertusuk paku  ber- karat,  harus segera dibawa ke dokter. Orang itu harus segera mendapat suntikan anti  tetanus.

Apa tindakanmu jika melihat banyak paku  berkarat berserakan? Tentu kamu  akan  menyingkirkan atau  menguburkannya,  bukan? Jika  kamu  melakukan  hal  ini, berarti kamu  sudah bertindak benar. Kamu  telah  ber- peran  menyelamatkan orang lain  dari  musibah.

3. Pembusukan makanan

Makanan yang sudah basi  jangan dimakan! Tentu kamu  pernah men- dengar anjuran seperti itu,  bukan? Basi  artinya berbau tidak  sedap atau berasa masam. Basi merupakan salah satu tahap awal dalam proses pem- busukan.

Coba  kamu  perhatikan gambar  6.4! Apa  yang menyebabkan roti dan  buah pir itu berjamur dan  membusuk? Ya, penyebabnya adalah mikroba atau  bakteri  yang hidup di air dan  di udara. Makanan yang dibiarkan di tempat terbuka, dalam waktu  cukup lama akan cepat membusuk. Makanan yang mengandung air juga  lebih  cepat membusuk daripada yang kering.

Mengapa pepaya, jambu, dan  belimbing lebih  cepat busuk dibanding- kan  semangka dan  jeruk  bali?  Buah-buahan yang berair, berdaging, dan  berkulit  tipis  lebih  cepat membusuk. Kulitnya  yang tipis  dan  kondisinya yang berair menjadikan bakteri mudah berkembang biak  di sana.

Untuk  mencegah terjadinya pembusukan pada  makanan kita dapat melakukan beberapa cara  berikut:

1.    Mengeringkan makanan. Hal ini agar  makanan hanya mengandung sedikit air. Dengan demikian mikroba atau  bakteri tidak  dapat hidup.

2.    Menyimpan makanan dalam  kulkas  bertujuan agar  mikroba atau  bakteri  tidak  dapat berkembang biak.

3.    Mengasinkan makanan atau  membuatnya menjadi manisan. Garam dan  gula  pada makanan dapat membunuh mikroba atau  bakteri, se- hingga  makanan menjadi lebih  awet.

4.    Memberi bahan pengawet. Bertujuan untuk  membunuh mikroba atau bakteri.

5.    Disinari  dengan zat  radioaktif. Pengawetan  dengan cara  ini belum banyak digunakan karena efek sampingnya dapat merugikan kesehatan manusia.

 

B. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Perubahan Benda

Dari uraian di atas, tentu dapat kamu  ketahui berbagai hal yang mem- pengaruhi perubahan benda, bukan? Pelapukan, perkaratan, dan  pem- busukan benda tersebut disebabkan oleh  hal  berikut.

a.    Suhu yang selalu berubah terus- menerus setiap saat.

b.    Kelembapan menyebabkan benda mengalami perubahan setiap saat.

Di daerah berair umumnya tingkat kelembapan lebih  tinggi.

c.    Kuman dan  mikroba. Kuman dan  mikroba dapat dengan mudah me- nempel pada makanan, buah, dan sayur. Kondisi suhu dan kelembapan yang mendukung akan mempercepat pertumbuhan kuman dan  mikro- ba.

d.    Serangga umumnya membantu pelapukan. Rayap  memakan kayu, kertas, dan sebagainya. Serangga tertentu membawa bibit kuman yang membantu  pembusukan.

e.    Kadar  garam. Tahukah kamu  benda-benda yang terbuat dari  logam akan  cepat berkarat di daerah yang  kadar  garamnya tinggi?  Ya, air garam  akan  mempercepat perkaratan.

f.    Keasaman. Proses perkaratan besi  akan  berlangsung lebih  cepat pada daerah yang tingkat keasamannya tinggi.  Daerah manakah itu? Yaitu daerah yang tingkat pencemaran udaranya tinggi.  Misalnya, kota-kota besar seperti Jakarta.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s