BAB II. Perkembangbiakan Makhluk hidup

Mata Pelajaran           :   Ilmu Pengetahuan Alam ( IPA )

Kelas/Semester         :   VI / 1

Materi Pokok             :   Perkembangbiakan makhluk hidup

Waktu                         :   2 x 45 menit

Metode                       :   Ceramah dan diskusi

  1. A.    Standar Kompetensi       :

2. Memahami cara perkembangbiakan makhluk hidup

  1. B.     Kompetensi Dasar

2.1 Mendeskripsikan perkembangan dan pertumbuhan manusia dari bayi sampai lanjut usia

  1. C.    Tujuan Pembelajaran**:
  • Siswa dapat Memahami peta konsep tentang perkembangan tubuh manusia
  • Siswa dapat Menjelaskan bahwa manusia mengalami pertumbuhan dan perkembangan
  • Siswa dapat Menjelaskan dengan diskusi tentang perkembangan manusia mulai dari:Karakter siswa yang diharapkan : Disiplin (Discipline), Rasa hormat dan perhatian (respect), Tekun (diligence) , Tanggung jawab (responsibility) Dan Ketelitian (carefulness)
  1. D.    Materi Essensial

Perkembangan dan pertumbuhan manusia

Materi Pelajaran :

Setiap makhluk hidup berkembang biak.  Dalam  berkembang biak itu, mereka memiliki  ciri khas  tertentu. Bukan  hanya manusia yang berkem- bang biak dengan cara melahirkan. Hewan tertentu juga melahirkan seperti manusia.  Tumbuhan juga  memiliki  cara  sendiri untuk  berkembang  biak.

A. Perkembangan dan Pertumbuhan Manusia

Salah satu ciri makhluk hidup adalah tumbuh dan  berkembang. Coba  kamu perhatikan fotomu waktu  bayi!  Di foto  itu tentu kamu  masih terlihat mungil dan  lemah. Bandingkanlah dengan keadaanmu sekarang! Seka-  rang, kamu  tampak tinggi,  besar, dan  lincah  bukan?

Manusia mengalami pertumbuhan dan  perkembangan. Pertumbuhan pesat  dialami  manusia sejak  bayi  hingga remaja. Pertumbuhan terjadi pada tinggi, berat, dan  besar tubuh. Saat  berusia satu  bulan, bayi tampak begitu mungil dan  lemah. Bayi masih sangat membutuhkan belaian orang tuanya. Bayi belum bisa  makan dan  mandi  sendiri. Seiring  berjalannya waktu,   bayi tumbuh semakin besar. Gerakannya juga  semakin lincah.

Sampai usia  sekitar  5  tahun, manusia mengalami perkembangan penting dalam berbagai hal. Manusia tidak hanya mengalami pertumbuh- an tubuh yang pesat saja. Pada masa itu, manusia mengalami perkembang- an  luar  biasa  untuk  memaksimalkan fungsi  tubuhnya. Manusia dapat berjalan dan  berlari. Manusia dapat berkomunikasi dengan sesamanya. Kerja  otaknya juga  semakin baik  sehingga manusia mulai  dapat berpikir dan  bersikap. Saat  remaja, manusia mengalami pertumbuhan  dan  perkembangan penting menyangkut organ reproduksi. Masa  ini sering disebut masa pubertas. Setelah melewati masa pubertas, manusia memasuki usia  dewasa. Saat itu, tubuh manusia telah  sampai pada puncak perkembangan. Demi- kian pula dengan kerja otaknya. Manusia dewasa sudah mampu memutuskan  dan  melakukan hal  terbaik dalam hidupnya.

Di atas usia  50 tahun, manusia memasuki masa lanjut  usia.  Pada masa itu, fungsi  tubuh manusia sudah mulai  menurun. Coba  kamu perhatikan kakekmu! Daya  penglihatan dan pendengarannya  sudah mulai   menurun, bukan? Gerakannya juga  semakin lambat. Kakekmu juga  lebih  cepat merasa lelah.  Oleh karena itu, orang lanjut  usia  perlu mendapat istirahat yang cukup.

B. Perubahan Fisik Manusia pada Masa Pubertas

 Masa  pubertas disebut juga  akil balig.  Pada masa itu, tubuh laki-laki atau perempuan mengalami pertumbuhan yang pesat. Mereka bertambah tinggi  dengan sangat pesat. Masa  pubertas biasanya terjadi antara usia 12-14  tahun. Pada masa pubertas, tubuh laki-laki ataupun perempuan mengalami perubahan. Perubahan utama (primer) terjadi di dalam tubuh. Perubahan utama  diiringi  perubahan sekunder. Perubahan sekunder adalah per- ubahan fisik yang tampak pada tubuh. Nah,  berbedakah perubahan yang terjadi pada  laki-laki  dan  perempuan?  Simaklah penjelasan  berikut ini!

 1. Perubahan tubuh laki-laki

 Perubahan primer pada tubuh laki-laki yaitu  mulai  diproduksinya sel sperma. Sel sperma disebut juga sel kelamin jantan. Sel sperma dihasilkan oleh testis. Pada masa pubertas, setiap laki-laki sudah menghasilkan sperma. Se- tiap  hari,  testis  memproduksi jutaan  sperma.  Akibatnya, kantung testis penuh dengan cairan sperma. Karena sudah penuh, cairan sperma akan keluar  dengan  sendirinya. Adakah  dari  kalian  yang  sudah mengalami mimpi basah? Nah,  saat mimpi basah itulah  laki-laki mengeluarkan cairan sperma. Itu tanda bahwa kamu  sudah akil balig. Perubahan primer tersebut  biasanya diiringi  perubahan sekunder (fisik)  pada  tubuh laki-laki. Bagaimana ciri-ciri  fisik laki-laki yang  sudah puber?  Beberapa ciri fisiknya  adalah:

1. Bahu  dan  dada melebar.

2. Tumbuh jakun.

3. Tumbuh kumis,  janggut, dan  rambut-rambut halus  di  sekitar  alat kelamin.

4. Suara lebih  berat.

5. Alat kelamin membesar.

Perubahan  primer dialami   semua laki-laki.  Namun, tidak  semua perubahan-perubahan  sekunder dialami laki-laki. Ada  laki-laki yang tidak tumbuh kumis.  Ada  pula  yang jakunnya tidak  menonjol.

2. Perubahan tubuh perempuan

Perubahan utama pada  perempuan adalah mulai  diproduksinya sel telur. Sel  telur  disebut juga  ovum. Sel  telur  dihasilkan oleh  indung telur. Hal tersebut  ditandai dengan adanya menstruasi (haid)  yang  dialami perempuan. Pada  gadis, usia  terjadinya terjadinya menstruasi pertama sangat bervariasi. Usia menstruasi pertama yaitu antara 9-15 tahun. Perubahan utama tersebut  biasanya diiringi  perubahan fisik (sekunder) pada tubuh perempuan. Perubahan apakah itu?

a.    Perkembangan buah dada.

b.    Pelebaran bagian panggul.

c.    Munculnya rambut-rambut halus di sekitar  kemaluan.

Anak  perempuan yang  sudah mengalami  menstruasi dapat mengalami kehamilan.  Oleh  karena itu, bergaul dalam batas yang wajar  saja!  Hindari  menonton film dan membaca buku porno. Anak seusiamu masih sulit  mengendalikan emosi. Untuk dapat memahami perubahan pada dirimu, coba lakukan  diskusi bersama dalam sebuah kelompok kecil!

C. Cara Hewan Berkembang Biak

 Untuk  apa  hewan berkembang biak?  Hewan berkembang biak  untuk melestarikan jenisnya. Ada  berbagai cara  perkembangbiakan hewan, yaitu: bertelur (ovipar)  dan  beranak (vivipar).  Ada pula  yang berkembang biak  dengan  cara  bertelur dan  beranak (ovovivipar). Amati  lalu  pikirkan gambar  2.4 di bawah ini!

Bagaimana hasil  pengamatanmu?  Dapatkah kamu  menyebutkan  ke- lompok hewan yang bertelur, beranak, atau  bertelur dan  beranak? Untuk mengetahui  kebenaran  jawabanmu, simaklah penjelasan  berikut ini!

1. Bertelur

 Hewan yang berkembang biak  dengan cara  bertelur disebut ovipar. Ovipar berasal dari kata ovum yang berarti telur.  Dari gambar  2.4, hewan- hewan  manakah yang berkembang biak  dengan cara  ini? Ya, tepat! Go- longan hewan  jenis  unggas, serangga, amfibi,  reptil,  dan  ikan,  berkem- bang biak dengan cara bertelur. Golongan hewan yang bertelur biasanya tidak  mempunyai daun  telinga.

 a.  Unggas

Unggas adalah kelompok hewan berkaki  dua,  mempunyai sayap, paruh,  dan  bulu  untuk  menutup tubuhnya. Unggas merupakan hewan berdarah panas. Contoh unggas adalah ayam, burung, dan  bebek. Unggas mempunyai  perilaku yang  unik  ketika  musim   kawin  tiba. Beberapa jenis  burung jantan  mengeluarkan suara atau  memamerkan bulunya  untuk  menarik perhatian betina. Setelah terjadi perkawinan, maka akan  terjadi pembuahan sel kelamin betina  (sel  telur/ovum) oleh  sel  kelamin   jantan  (sperma). Pembuahan berlangsung  di dalam  tubuh induk  betina. Pembuahan di dalam  tubuh disebut  pembuahan internal.

Telur  akan  dikeluarkan dan  dierami oleh  induk  betina. Pengeraman memberikan kehangatan pada telur.  Berapa lamakah waktu  yang diperlu- kan  untuk  mengerami  telurnya? Setiap induk  memerlukan waktu  yang berbeda-beda untuk  mengerami dan  menetaskan telurnya. Ayam  memer- lukan waktu  21 hari. Bebek  tidak mengerami sendiri telurnya. Telur bebek dierami oleh  ayam.

b.   Reptil

 Hewan apakah yang tergolong sebagai reptil?  Buaya, kura-kura, ular, cicak, komodo, dan  penyu tergolong reptil.  Hewan-hewan ini bertelur dan melakukan  pembuahan internal. Buaya  dan  kura-kura menggali lubang di pasir  untuk  meletakkan telur- nya.  Mereka tidak  mengerami telurnya. Setelah selesai bertelur, mereka akan menimbun pasir  itu dan  kembali ke air. Bagaimana telur  itu bisa  me- netas? Telur-telur itu mendapat kehangatan dari pasir. Jadi, telur  itu tetap dapat  menetas.

c.   Amfibi

Amfibi adalah hewan yang hidup di dua  alam, yaitu  di darat dan  air. Amfibi merupakan hewan berdarah dingin. Contoh amfibi  adalah katak. Bagaimanakah mereka bertelur dan  menetaskan telurnya? Di dalam air, katak betina akan  mengeluarkan sel  telur.  Katak   jantan akan  mengeluar- kan banyak sperma untuk  membuahi sel telur  itu. Dengan demikian pem- buahan terjadi di luar   tubuh induknya. Pembuahan semacam ini disebut pembuahan eksternal.

Telur  katak  yang telah  dibuahi akan  tenggelam di dasar air. Selanjut- nya, lapisan lendir  yang melindungi telur  akan  mengembung. Telur  akan mengapung di permukaan air. Beberapa jenis  katak  jantan akan  melindu- ngi telurnya. Ia  membawa telur  itu pada  punggung bagian bawah dan dipegang oleh kaki belakangnya. Telur katak akan menetas menjadi berudu.

d.  Ikan

Pembuahan pada   ikan  meru- pakan  pembuahan eksternal. Ikan betina mengeluarkan sel  telur  ke dalam  air.  Ikan jantan  mengeluar- kan  sperma. Apakah mereka  mengerami telurnya? Ikan  tidak  mengerami telurnya. Telur  yang sudah dibuahi akan disimpan di bawah batu atau di  bawah tumbuhan air.  Namun, ada pula yang memelihara telurnya di  dalam mulut  sampai menetas. Coba kamu lihat gambar 2.6 di samping!

2. Beranak

Hewan yang berkembang biak dengan cara melahirkan disebut vivipar. Golongan hewan yang melahirkan termasuk dalam kelas  mamalia. Hewan mamalia ada  yang hidup di darat dan  ada  yang hidup di air. Contohnya adalah:  anjing, kucing, harimau, jerapah, singa, kuda,  ikan  paus, lumba- lumba, dan  singa laut.

Mamalia mempunyai kelenjar susu (glandula mammae).  Kelenjar  ini digunakan untuk menyusui anak yang dilahirkannya. Menyusui merupakan cara  yang dilakukan induk  mamalia untuk  memberi makan anaknya.

Pembuahan terjadi  di dalam  tubuh induk  betina. Sebelum anaknya dilahirkan, induk  betina hamil  atau  mengandung. Masa  kehamilan atau kandungan tergantung pada  jenis  hewan. Masa  kehamilan tikus  adalah 40 hari.  Masa  kehamilan badak adalah satu setengah tahun.

Jumlah anak  yang  dilahirkan oleh  tiap  jenis  hewan berbeda- beda. Beberapa jenis  hewan dapat melahirkan lebih  dari 2 anak  sekali- gus.  Pernahkah  kamu   melihat kucing atau anjing melahirkan anak- nya?  Binatang tersebut  seringkali melahirkan anak  lebih  dari  seekor, bukan? Coba kamu lihat gambar 2.7 di  samping! Namun, badak  hanya menghasilkan satu  ekor  anak  saja setiap kali melahirkan!

3. Bertelur dan beranak (ovovivipar)

Golongan hewan yang bertelur dan beranak disebut ovovivipar. Hewan ini  pada dasarnya adalah ovipar (bertelur). Namun, telur  hewan tersebut mengalami  pengeraman dan  penetasan dalam  tubuh induk.  Telur  yang menetas akhirnya dilahirkan. Hewan yang termasuk ovovivipar antara lain beberapa jenis ular  (anakonda), kadal,  dan  hiu.

Hiu jantan  membuahi telur  dengan cara  melepas sperma ke dalam tubuh  hiu  betina. Telur  menetas dalam tubuh hiu  betina. Anak-anak hiu akhirnya  dilahirkan. Anak-anak hiu  itu tidak  dipelihara induknya. Bahkan, beberapa induk  justru memakannya.

D. Cara Tumbuhan Berkembang Biak

Seperti halnya hewan, tumbuhan memiliki beberapa cara  untuk meles- tarikan keturunannya. Perkembangbiakan tumbuhan dapat terjadi secara vegetatif dan  generatif. Prosesnya dapat  berlangsung secara alami  dan buatan.

1. Perkembangbiakan secara vegetatif

Bagaimana cara  perkembangbiakan secara vegetatif itu? Perkembang- biakan  secara vegetatif terjadi  tanpa proses perkawinan. Perkembang- biakan  berasal dari  bagian tubuh tumbuhan itu sendiri, misalnya akar, batang, atau daun. Bagian  tumbuhan itu kemudian memisahkan diri atau  sengaja dipisahkan dari tumbuhan induk. Jadi  cukup diperlukan satu induk saja.  Tumbuhan baru yang dihasilkan akan memiliki sifat yang sama persis dengan induknya.

Ada  dua  jenis  perkembangbiakan  vegetatif, yaitu  secara alami  dan buatan.  Bagaimanakah proses  keduanya? Simaklah uraian berikut ini!

a.  Vegetatif alami

Perkembangbiakan vegetatif alami  terjadi secara alami  tanpa bantuan manusia. Perkembangbiakan vegetatif alami,  misalnya dengan umbi  batang, umbi  lapis,  rimpang, geragih, dan  anakan.

Umbi  batang

Sesungguhnya umbi   batang merupakan batang yang tumbuh di dalam tanah. Batang ini mengalami perubahan sebagai tempat cada- ngan makanan.  Kentang dan  ubi jalar  termasuk umbi  batang. Lihat- lah  gambar  2.8!  Permukaan umbi batang licin tidak beruas-ruas. Pada umbi tersebut terdapat tunas-tunas yang siap ditanam menjadi tumbu- han  baru.

Pernahkah kamu  memperhati- kan ubi jalar atau  kentang yang su- dah disimpan lama?  Apakah  yang tumbuh pada  umbi  itu?  Ya, itulah tunas-tunas kecil  yang  siap  menjadi  tumbuhan baru jika ditanam.

Umbi  lapis

Umbi lapis  adalah penjelmaan dari  batang. Disebut umbi  lapis  karena memperlihatkan susunan yang  berlapis-lapis. Bagian  yang  lunak,  tebal, dan  berdaging ini merupakan bagian umbi  yang  menyimpan cadangan makanan. Contoh umbi  lapis  adalah bawang merah dan  bawang bombay.

Umbi  lapis  terdiri  dari  beberapa bagian, yaitu  cakram, sisik-sisik,  dan kuncup. Coba  perhatikan gambar 2.9!  Sebenarnya  cakram merupa- kan batang  yang sesungguhnya dengan ruas  yang sangat pendek. Sisik- sisik  merupakan penjelmaan dari daunnya  yang  menebal, lunak  dan berdaging.  Kuncup   terdapat pada bagian atas dan samping umbi  lapis ini.  Kuncup   bagian atas   tumbuh sebagai tunas. Kuncup bagian samping  disebut juga  siung.

Rimpang

Apakah yang disebut dengan rimpang? Rimpang adalah penjelmaan batang beserta daun yang terdapat dalam tanah. Batang tersebut tumbuh secara mendatar dan  tampak seperti akar.

Selain  sebagai alat  perkembangbiakan, rimpang berfungsi sebagai tempat cadangan makanan. Ciri-ciri rimpang beruas-ruas, bersisik, mem- punyai  kuncup,  dan  tumbuh mendatar. Kunyit,  jahe,  kencur, garut, dan  tasbih merupakan  contoh tumbuhan  yang  berkembang biak  dengan rimpang. Tunas yang tumbuh akan tetap  berada pada  rimpang induknya.

Geragih

Batang yang  tumbuh menjalar di  atas  permukaan tanah   disebut geragih. Tunas-tunas pada geragih dapat tumbuh menjadi tanaman baru. Contoh  tumbuhan yang  mempunyai  geragih adalah arbei  dan  rumput teki.

Tunas

Tentu kamu  pernah melihat pohon pisang (gambar  2.11).  Jika  kamu  amati,  di sekitar  pohon pisang yang  telah  dewasa akan  kamu  temukan tunas-tunas kecil.

Tunas itu adalah keturunan atau  anakan pohon pisang. Tu- nas-tunas itu masih bersatu de- ngan induknya. Jumlahnya bisa lebih  dari  satu.   Secara alami, pohon pisang akan  membentuk rumpun. Untuk  mengembangbiak- kan  pohon pisang, orang akan menanam tunasnya. Dapatkah kamu  sebutkan jenis  tumbuhan lain  yang berkembang biak  de- ngan tunas?

b.   Vegetatif  buatan

Kamu  telah  mengetahui berbagai jenis  perkembangbiakan  vegetatif secara  alami.  Bagaimana perkembangbiakan vegetatif buatan terjadi? Bagaimana peranan  manusia? Perkembangbiakan vegetatif buatan dapat dilakukan dengan berbagai cara. Jika ingin dihasilkan keturunan yang me- miliki sifat  sama persis  dengan induknya vegetatif buatan yang  dipilih adalah cangkok, setek, dan  runduk. Perkembangbiakan vegetatif buatan dengan cara  okulasi dan  sambung  pucuk dilakukan untuk  menghasilkan

tumbuhan baru yang memiliki  sifat  lebih  unggul.

Setek

Apa  yang dimaksud dengan setek? Setek adalah perkembangbiakan tumbuhan dengan cara  menanam bagian tertentu dari  tumbuhan tanpa menunggu tumbuhnya akar baru. Perkembangbiakan dengan setek sangat mudah  dilakukan. Setek  dapat dilakukan dengan mengambil potongan batang atau  daun.

Untuk  setek batang, potongan batang yang digunakan harus beruas- ruas.  Ruas  dibatasi oleh  buku-buku batang yang  merupakan tempat tumbuhnya  mata  tunas atau  daun. Potongan batang atau  dahan harus berusia cukup tua.  Contoh tanaman yang biasa disetek adalah ubi  kayu, mawar, dan  tebu. Potongan itu harus ditanam pada tanah yang subur dan gembur. Usahakan tanah selalu lembab dengan menyiram air.

Pernahkah kamu  melihat tunas-tunas pada daun cocor bebek? Tunas itu dapat tumbuh menjadi individu baru. Kuncup ini terletak tidak  teratur pada daun cocor bebek sehingga disebut kuncup liar. Tumbuhan lain yang dapat disetek daunnya adalah begonia dan  sri rejeki.  Daun  yang disetek harus cukup tua dan berwarna hijau segar. Tanah yang ditanami pun harus gembur dan  subur.

Untuk  memahami perkembangbiakan vegetatif buatan cara  setek, coba lakukan  kegiatan 2.1 berikut ini!

Kegiatan 2.1

A.  Melakukan  setek batang

Alat dan  bahan:

1.   Tanaman ketela  pohon.

2.   Pisau  yang tajam.

3.   Cangkul atau  alat  penggali lain.

Langkah-langkah kegiatan:

1.   Pilihlah  batang ketela  pohon yang  sudah tua,  buang se- mua daunnya! (Gambar  a)

2.   Potonglah batang sepanjang 20 cm!  (Gambar b)

3.   Runcingkan bagian  bawah batang dengan pisau. Hati-hati jangan sampai tanganmu terluka! (Gambar  c)

4.   Galilah  lubang pada   tanah atau siapkan tanah dalam se- buah  pot,  lalu  tanam  batang tersebut! (Gambar  d)

5.   Jagalah kelembaban tanah dengan  menyiraminya. Da- lam beberapa hari kamu  akan melihat tunas tumbuh pada setek batang itu. (Gambar e)

B.  Melakukan  setek daun

Alat dan  bahan:

1.   Tanaman cocor bebek.

2.   Pot  berisi  tanah yang subur.

3.   Pisau  dan  sekop kecil.

4.   Air secukupnya.

Langkah-langkah kegiatan:

1.   Pilihlah  daun cocor bebek yang tua,  namun masih segar. (Gambar a)

2.   Letakkan  daun cocor bebek tersebut ke dalam pot. (Gambar  b)

3.   Jaga kelembaban tanah de- ngan menyiramnya 1-2 hari sekali.  (Gambar c)

Cangkok

Cangkok merupakan salah satu perkembangbiakan vegetatif buatan tanpa perbaikan sifat.  Artinya,  pohon baru yang dihasilkan memiliki  sifat sama persis  dengan induknya. Syarat khusus agar  dapat dicangkok, tumbuhan harus memiliki  zat kayu  atau  kambium. Jadi, tidak  sembarang pohon  bisa  dicangkok.  Sebagian besar  pohon buah-buahan  bisa dicangkok. Contoh untuk  jenis  tanaman bunga adalah soka.

Mencangkok tumbuhan dilakukan dengan menguliti bagian batang- nya.  Batang yang  dipilih  untuk  dicangkok adalah batang yang  sedang dalam  masa  pertumbuhan.  Batang tersebut adalah batang yang  sehat, tumbuh  dengan  baik,  dan  cukup tua.  Bagian  tersebut kemudian dilapisi  tanah  yang  subur dan  ditutup. Dalam  beberapa hari  akan  tumbuh akar pada  batang sehingga batang  tersebut menjadi calon  tanaman baru. Sangat mudah, bukan?

Untuk  memahami cara  perkembangbiakan  vegetatif buatan cara cangkok, coba lakukan  kegiatan 2.2!

Kegiatan 2.2

Bentuklah kelompok beranggotakan  2-3 orang). Secara bersama, lakukan pencangkokan pada  tumbuhan berkambium yang  ada  di sekitar  rumahmu!

Alat dan  bahan

1.   Tanaman berkambium (pohon mangga, pohon jeruk,  atau  pohon jambu).

2.   Pisau  yang tajam.

3.   Tanah gembur dan  subur.

4.   Sabut kelapa atau  plastik  lembaran.

5.   Tali plastik  atau  tali rami.

Langkah-langkah kegiatan:

1.   Pilihlah  ranting yang  cukup  tua  dan  besar. Buat  dua  sayatan melingkar pada  ranting (gambar  a)! Jarak antara dua  sayatan itu + 10  cm.  Berhati-hatilah menggunakan pisau,  jangan sampai tanganmu terluka!

2.   Kupas kulit ranting pohon di antara kedua sayatan itu lalu bersihkan lendirnya. Lendir itulah  kambium pohon.  Biarkan  selama satusampai dua  hari  (gambar  b)!

3.   Pada hari ke-4, tutuplah bagian sayatan de- ngan tanah, lalu bungkus dengan sabut ke- lapa, dan  ikat dengan tali plastik!  Jangan mengikat terlalu kencang agar  udara dapat masuk. Jika  kamu  gunakan plastik  sebagai pembungkus, berilah lubang kecil-kecil  un- tuk jalan  udara (gambar  c)!

4.   Siramilah tiap hari dengan air secukupnya! Jaga tanah agar  tetap lembab, tetapi tidak terlalu  becek!

5.   Setelah beberapa hari akar cangkokan akan muncul. Pada hari  ke 7 sampai 10 potong- lah bagian ranting di bawah sabut (gambar  d)!

6.   Tanam  hasil  cangkokan kelompokmu di kebun sekolah!

Tempel (Okulasi)

Tempel atau  okulasi   adalah cara  perkembangbiakan dengan menempelkan tunas dari  satu tumbuhan ke  batang tumbuhan lain.  Melalui  cara  penggabungan itu diharapkan diperoleh keturun- an dengan sifat lebih baik. Sifat ini dimanfaatkan manusia untuk  me- ningkatkan produksi perkebunan.

Tunas biasanya diambil dari tanaman yang memiliki  sifat lebih baik. Misalnya, dari tanaman yang berbuah manis, besar, dan  lebat. Batang yang  ditempeli haruslah batang yang kuat dan memiliki sis- tem perakaran yang bagus. Lang- kah-langkah okulasi  dapat kamu lihat pada gambar  2.15!

Contoh tumbuhan yang dapat diokulasi adalah: mangga, belimbing,  jambu, dan  alpukat.

Misalnya kita  hendak mengokulasi tanaman belimbing. Mula-mula  dipilih  pohon belimbing dengan akar  dan  batang yang kuat. Tunas diambil dari  pohon belimbing  yang  mempunyai buah  besar, manis, dan  lebat.   Tanaman baru diharapkan mempunyai akar dan  batang yang kuat, serta buah yang besar, manis dan  lebat.

Sambung  pucuk (Enten)

Sambung pucuk merupakan penyatuan pucuk dengan batang bawah. Sambung pucuk  dapat menghasilkan tanaman baru.  Dengan sambung pucuk diharapkan dapat diperoleh tanaman baru yang memiliki  sifat lebih baik.  Pucuk dan  batang yang disambung itu berasal dari  dua  tumbuhan. Sambung pucuk lebih  cepat menghasilkan tanaman baru bila  dibandingkan  okulasi.

Coba  kamu  perhatikan gambar  2.16!  Pada  proses sambung pucuk, batang  bawah diperoleh dari  biji yang  disemaikan. Pucuk  diambil dari cabang tumbuhan yang mempunyai sifat  lebih  baik.  Sebagai contoh, pucuk diambil dari tumbuhan berbunga indah atau  berbuah besar dan manis. Pucuk  disambung dengan bagian batang bawah. Penyambungan dilakukan dengan menggunakan tali rafia  atau  tali plastik.

Runduk

Mengembangbiakkan tanaman dengan cara  runduk sangatlah mudah dan sederhana. Tumbuhan bisa  dirundukkan jika mempunyai batang yang panjang dan lentur.

Batang tanaman yang  hendak dirundukkan dikerat  sedikit,  lalu  di- rundukkan dan  ditimbun tanah. Coba  perhatikan gambar  2.17! Kita harus rajin  menyiramnya. Setelah beberapa hari,  dari  batang yang  tertimbun akan  keluar akar.  Dengan demikian, telah  tumbuh tanaman baru. Contohtumbuhan yang biasa dirundukkan adalah alamanda dan  melati.

2. Perkembangbiakan secara generatif

Perkembangbiakan generatif melalui proses perkawinan. Alat perkem- bangbiakan generatif mempunyai bentuk dan susunan yang berbeda-beda menurut jenisnya.

Pada  tanaman berbiji,  bunga merupakan alat  perkembangbiak- an. Bunga sempurna adalah bunga yang memiliki  benang sari  dan  pu- tik.  Bunga  lengkap adalah bunga yang  memiliki  semua kelengkapan bunga,  yaitu:  tangkai bunga, kelopak,  mahkota, benang sari,  dan putik.  Lihat gambar  2.18!

Jika bunga tidak  memiliki  salah satu atau  lebih bagian tersebut, ma- ka  bunga tersebut  digolongkan dalam bunga tidak  lengkap.

–     Tangkai  bunga adalah bagian bunga yang  menghubungkan bunga dengan  batang. Bagian  ujung tangkai bunga yang melebar. Kelopak bunga dan  mahkota merupakan bagian dari  perhiasan bunga. Kelo- pak  bunga  merupakan hiasan bunga yang  berada di bagian paling  luar.  Kelopak bunga berfungsi untuk    melindungi kuncup bunga.

–     Mahkota bunga merupakan bagian perhiasan bunga yang  indah.

Mahkota bunga mempunyai bentuk yang  indah  dan  berwarna-war- ni.  Indahnya bunga biasanya ditentukan oleh  mahkota.

–     Benang sari adalah alat kelamin jantan. Benang sari terdiri  dari tangkai sari dan kepala sari.  Di dalam kepala sari  terdapat serbuk sari.

–     Putik  merupakan alat  kelamin  betina. Putik  terdiri  dari  kepala  putik dan  tangkai putik.  Bagian  bawah putik  menggelembung. Di situ  ter- dapat bakal  buah. Di dalam bakal  buah terdapat bakal  biji. Bakal biji mempunyai dua  inti, yaitu  sel  telur  (ovum) dan  calon lembaga.

a.  Penyerbukan

Perkembangbiakan secara generatif dilakukan oleh  tumbuhan berbiji  dan  terjadi melalui proses penyerbukan.

Penyerbukan adalah peristiwa  jatuhnya serbuk sari  ke atas kepala putik.  Lihat gambar  2.20!

Penyerbukan tidak  selalu  di- ikuti  oleh  pembuahan. Apabila penyerbukan diikuti  oleh  pem- buahan, maka  bakal  buah  akan tumbuh menjadi buah. Bakal biji akan  tumbuh menjadi biji. Bagian-bagian bunga yang  lain akan gugur.

Penyerbukan dapat terjadi  melalui  berbagai cara.  Berdasarkan asal serbuk  sarinya, ada  empat cara  terjadinya penyerbukan, yaitu:

–     penyerbukan sendiri terjadi  jika serbuk sari  berasal dari  bunga itu sendiri;

–     penyerbukan tetangga terjadi jika serbuk sari  berasal dari  bunga lain, tetapi  masih dalam satu tumbuhan;

–     penyerbukan silang  terjadi  jika serbuk sari  berasal dari  pohon lain yang  sejenis;

–     penyerbukan bastar terjadi jika serbuk sari jatuh  ke kepala putik bunga lain  yang sejenis, namun varietasnya berbeda.

Penyerbukan dapat terjadi melalui bantuan angin, serangga, air, dan manusia.

Penyerbukan dengan bantuan serangga

Ingatkah kamu  tentang hubungan  antarmakhluk hidup? Kupu-kupu, kumbang, atau  lebah  menghisap madu pada  bunga. Apa  yang  terjadi? Ya, secara tidak langsung mereka membantu penyerbukan. Ketika mereka menghisap  madu, serbuk sari  akan  menempel pada  tubuhnya.  Mereka mencari madu tidak hanya pada satu bunga saja.  Saat mengambil madu, serbuk sari yang terbawa di badannya dapat menempel pada kepala putik bunga lain.  Lihatlah  gambar  2.21!

Bunga bermahkota indah, berwarna mencolok, menghasilkan madu, dan mempunyai bau  khas  akan  menjadi sasaran serangga dalam mencari makan. Serbuk sari pada bunga biasanya lengket sehingga mudah menempel  pada tubuh serangga itu.

Penyerbukan dengan bantuan burung

Berbagai jenis  burung dapat mem- bantu penyerbukan. Dengan paruhnya yang kecil,  burung akan  menghisap madu. Serbuk sari  yang terbawa pada paruh dapat menempel pada  kepala putik bunga lain.  Terjadilah penyerbu- kan. Lihatlah  gambar  2.22!

Penyerbukan dengan bantuan kelelawar

Binatang ini juga  membantu penyerbukan. Terutama untuk  pohon- pohon  yang  bunganya mekar sore  atau  malam  hari.  Serbuk sari  akan menempel  pada  tubuhnya. Serbuk sari  itu dapat jatuh  ke kepala  putik bunga yang sesuai dan  terjadilah penyerbukan.

Penyerbukan dengan bantuan angin

Bagaimana cara  angin  membantu penyerbukan? Bagaimana pula bentuk serbuk sari yang dapat terbawa oleh angin? Tanaman yang penyer- bukannya  dibantu angin, biasanya memiliki  ciri-ciri:

–     Bunga tidak  mempunyai perhiasan bunga.

–     Kepala  sari  tidak  melekat erat  pada tangkai sari  sehingga mudah ber- hamburan jika tertiup angin. Serbuk sarinya pun  ringan dan  kecil.

–     Kepala  putik  mempunyai bentuk seperti bulu  ayam  atau  benang.

Bentuk  seperti itu memudahkan bunga menangkap serbuk sari  yang beterbangan.

–     Tempat bunga tidak tersembunyi, sehingga penyerbukan akan  mudah terjadi.

Penyerbukan dengan  bantuan air

Penyerbukan dengan cara  ini hanya mungkin terjadi pada tumbuhan yang hidup di air.

Penyerbukan dengan bantuan manusia

Penyerbukan dengan bantuan manusia dilakukan karena tidak  ada perantara yang membantu penyerbukan. Pohon salak  dan  vanili  memer- lukan  bantuan manusia dalam penyerbukannya. Lihat gambar  2.23!

b.   Proses penyerbukan dan pembuahan

Serbuk sari  yang  jatuh  ke kepala  putik  dengan bantuan angin, air, hewan,  atau  manusia akan  menempel di kepala putik.  Saat inilah  terjadi penyerbukan.  Penyerbukan dapat dilanjutkan dengan pembuahan. Coba perhatikan gambar  2.24!

Jika terjadi pembuahan, serbuk sari tumbuh membentuk buluh serbuk sari. Buluh  serbuk sari  mempunyai dua  inti. Setelah mencapai bakal  biji, inti yang pertama akan  membelah menjadi dua. Inti  kedua  akan  hilang.  Satu  dari  hasil pembelahan inti  akan  membuahi sel telur  dan  menjadi lembaga. Inti yang kedua   akan  membuahi inti  kandung lembaga sekunder menjadi cadangan makanan (kotiledon).

Jika  pembuahan berhasil, bakal  buah akan  berkembang menjadi buah  dan  bakal  biji berkembang menjadi biji.  Biji merupakan calon tumbuhan  baru.  Bila biji ditanam atau  jatuh  ke  tanah  dan  kondisinya memungkinkan, maka biji akan tumbuh menjadi individu baru. Apa sajakah bagian-bagian  biji? Coba  lakukan  kegiatan 2.4 berikut ini!

Kegiatan 2.4

Alat dan  bahan:

1.   Biji kacang tanah.

2.   Kapas  yang dibasahi air.

Langkah-langkah kegiatan:

1.   Kupas kulit dan  belahlah biji kacang tanah itu dengan hati-hati.

2.   Amati  bagian-bagian biji itu.

3.   Gambarlah pada bukumu bagian-bagian biji itu.

4.   Letakkan  biji yang pada kapas yang telah  dibasahi.

5.   Amati  beberapa hari  dan  jaga  agar  kapas tetap basah.

Setelah melakukan kegiatan 2.4, dapatkah kamu  menyebutkan bagian- bagian biji? Lalu kapan biji dapat tumbuh menjadi tumbuhan baru? Kondisi bagaimana yang memungkinkan biji dapat tumbuh? Bagian  manakah yang berfungsi sebagai cadangan makanan ketika  biji mulai  tumbuh?

Perhatikan gambar  2.25,  lalu coba kamu  kerjakan tugas rumah!

E. Cara Manusia Berkembang Biak

Seperti makhluk hidup lainnya, manusia juga  perlu  berkembang biak untuk mempertahankan jenisnya. Bagaimana manusia berkembang biak?

1. Alat kelamin pria dan wanita

Alat kelamin pria terdiri dari sepasang testis, sepasang saluran sperma, dan  penis. Testis  mem- produksi sperma (sel kelamin jan- tan).  Sperma dikeluarkan melalui saluran sperma. Penis  berfungsi untuk memasukkan sperma ke alat

kelamin wanita. Coba  kamu  perhatikan gambar  2.26!

Alat  kelamin   wanita   terdiri dari  sepasang ovarium, sepasang saluran sel  telur,  rahim, dan  vagi- na. Ovarium menghasilkan sel kelamin wanita (sel telur). Rahim berfungsi sebagai tempat berkem- bangnya embrio. Coba  kamu  perhatikan gambar  2.27!

2. Pembuahan

Jutaan sperma akan melewati vagina, rahim, dan  akhirnya tiba di salu- ran  sel telur.  Sperma ini akan  membuahi sel  telur  dan  pembuahan pun terjadi. Dari  jutaan  sperma, hanya satu  saja  yang  dapat membuahi sel telur.  Ketika sel  telur berhasil dibuahi, sel  telur  akan  membentuk selaput pembuahan. Apa  fungsinya? Selaput pembuahan berfungsi untuk  meng- halangi sperma lain membuahi sel telur  yang sudah dibuahi. Pembuahan sel  sperma pada sel  telur  menghasilkan zigot.

Zigot membelah menjadi dua  sel. Kedua sel itu terus terbagi, menjadi sebuah bola  sel  yang  terus  bertambah besar. Itulah  yang  dinamakan embrio.  Embrio akan  berkembang menjadi janin  di dalam rahim.

3. Kehamilan

Masa  perkembangan embrio sejak  saat pembuahan hingga saat ke- lahiran disebut masa kehamilan. Masa  kehamilan manusia kurang lebih  9 bulan. Selama masa kehamilan, embrio akan mendapatkan suplai makanan melalui  plasenta. Embrio juga  dilindungi oleh  cairan ketuban.

Perhatikan gambar  2.28! Embrio akan  mengalami perkembangan di dalam janin.  Setelah enam minggu, ukuran embrio berkembang hingga menjadi sepanjang 1,5 cm. Pada usia tersebut organ tubuh, seperti otak, mata, telinga, dan  jantung mulai ber- kembang. Selain itu, tangan, kaki serta  jari juga  mulai  terbentuk.

Setelah 8  minggu embrio tadi tidak  lagi  disebut sebagai embrio, melainkan janin.  Tahukah kamu  alasannya? Di usia  ini telah  terbentuk organ-organ tubuh lengkap.

Janin tumbuh dengan cepat ketika  usianya menginjak tiga  bulan. Organ-organ  bagian dalam   janin tumbuh semakin sempurna.

Di akhir  bulan ketujuh janin  berkembang dengan panjang 35  cm. Perkembangan janin  akan  terus meningkat.  Pada   bulan   kesembilan panjang janin rata-rata 50 cm dan beratnya sekitar 3 – 3,5 kg.

4. Kelahiran

Janin yang berusia sembilan bulan sudah cukup umur untuk  dilahirkan.  Organ-organ tubuhnya sudah terbentuk sempurna dan  cukup  siap  untuk  menghadapi  lingkungan barunya.

Bagaimana bayi dilahirkan? Otot-otot dinding rahim sangat kuat.  Saat bayi siap  untuk  dilahirkan, otot-otot ini menegang dan  mendorong bayi. Leher rahim  perlahan-lahan terbuka sampai cukup besar untuk  dilewati kepala bayi. Otot-otot sang ibu meremas lebih  kuat dan  pelan-pelan mendorong bayi  melewati jalan  lahir. Lalu, bayi  pun  keluar  dari  tubuh ibunya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s