BAB I. Ciri Khusus Makhluk Hidup

Mata Pelajaran            :   Ilmu Pengetahuan Alam ( IPA )

Kelas/Semester            :   VI / 1

Materi Pokok               :   Ciri-ciri khusus makhluk hidup

Waktu                          :   4 x 45 menit (2 X pertemuan)

Metode                         :   Ceramah

  1. A.    Standar Kompetensi       :

1. Memahami hubungan antara ciri-ciri makhluk hidup dengan lingkungan tempat hidupnya

  1. B.     Kompetensi Dasar

1.1 Mendeskripsikan hubungan antara ciri-ciri khusus yang dimiliki hewan (kelelawar, cicak, bebek) dan lingkungan hidupnya

  1. C.    Tujuan Pembelajaran**:
  • Siswa dapat Memahami peta konsep tentang makhluk hidup
  • Siswa dapat Mempelajari ciri khusus :

–       Alat pendeteksi benda pada kelelawar (ekolokasi)

–       Kaki lengket pada cecak dan tokek.

–       Lidah yang panjang dan lengket pada bunglon dan landak semut

–       Punuk pada unta.

–       Mata dan pendengaran yang tajam pada burung hantu.

–       Semburan air ikan pemanah.

–       Mempelajari Bentuk sederhana bunga karang (koral).

& Karakter siswa yang diharapkan : Disiplin (Discipline), Rasa hormat dan perhatian (respect), Tekun (diligence) , Tanggung jawab (responsibility) Dan Ketelitian (carefulness)

  1. D.    Materi Essensial

Ciri-ciri khusus beberapa jenis hewan.

Pembahasan Materi :

Makhluk  hidup mempunyai ciri khas  yang membedakannya dengan jenis lain. Mereka memiliki  bentuk penyesuaian diri yang merupakan cara  untuk  beradaptasi dengan lingkungannya. Bentuk  penyesuaian diri  itu bisa  berupa bentuk cakar,  bentuk paruh, kepekaan terhadap suara, getah buah yang masih mentah, bentuk daun, bentuk batang, dan  duri.

Amati  dan  pikirkan  terlebih dahulu gambar  1.1 di bawah  ini.

.

A. Ciri Khusus Hewan

 Hewan tertentu mempunyai bentuk penyesuaian diri yang dapat dilihat dengan jelas  dengan mata telanjang. Tahukah kamu  ciri-ciri khusus apa  yang dimiliki oleh  kelelawar, cicak,  bebek, unta, dan  beruang kutub?

1.   Kelelawar

Kelelawar merupakan  satu-satunya  mamalia yang  dapat terbang. Kelelawar mempunyai selaput tipis  mudah robek yang dapat dibentang- kan.  Binatang ini beraktivitas dan  mencari makan pada malam hari.  Ada jenis kelelawar pemakan serangga. Ada pula jenis kelelawar pemakan buah- buahan. Lalu, bagaimana ia mencari makan atau  menangkap mangsanya?

Kelelawar pemakan serangga mempunyai penglihatan sangat terba- tas. Kelelawar pemakan serangga memiliki  sistem radar. Sistem radar ini mempunyai  alat  pendeteksi benda-benda di sekitarnya yang disebut so- nar.  Ia  mengetahui tempat mangsanya berada melalui sistem radar ter- sebut. Cara mencari mangsa dengan menggunakan sistem radar disebut ekolokasi. Jadi,  ekolokasi merupakan  cara  kelelawar untuk  beradaptasi

dengan lingkungan hidupnya. Perhatikan gambar  1.2  berikut!

Ketika  terbang,  kelelawar mengeluarkan suara-suara  yang  tidak terdengar oleh  manusia. Jika  menabrak benda atau  mangsanya, gelom- bang suara ini akan  terpantul kembali ke arah  kelelawar. Pantulan terse- but membuat  kelelawar mengenal, memburu, dan  akhirnya menangkap mangsa dalam gelap.

Lain halnya dengan kelelawar pemakan buah. Jenis kelelawar ini me- miliki penglihatan yang lebih  bagus, sehingga tidak memerlukan pantulan gelombang  suara.  Kelelawar pemakan buah  adalah penerbang  yang lambat, memiliki lidah  yang panjang dan  kasar.

Ciri khusus kelelawar itu digunakan untuk  bertahan hidup di lingku- ngannya, yaitu  kehidupan malam yang gelap. Jika  kelelawar keluar  pada siang hari,  ia akan  lebih  mudah untuk  ditangkap oleh  pemburu atau  oleh mangsanya. Kelelawar telah  beradaptasi dengan gelap malam. Siang hari digunakan  kelelawar  untuk  beristirahat.

2. Cicak

Tentu kamu  sering melihat cicak merayap di dinding rumahmu. Bagai- mana cicak itu dapat merayap di dinding dan tidak jatuh? Apakah makanan cicak?  Bagaimana mereka beradaptasi?

Seekor cicak  memiliki  ciri-ciri khusus untuk  hidup di lingkungannya. Ciri-ciri khusus tersebut adalah sebagai berikut.

  1. Kaki cicak tertutup oleh  kulit tipis berlapis bulu halus yang dapat melekat sehingga mereka dapat merayap di dinding tanpa takut  jatuh.
  2. Cicak  mempunyai lidah  yang  dapat di- julurkan  dan  mengandung alat  perekat untuk menangkap mangsa.
  3. Badan cicak panjang dan ramping sehing- ga  memudahkan untuk  bergerak.
  4. Cicak  melepaskan ekornya bila  dalam keadaan bahaya. Coba  amati gambar  1.3! Dengan mengalihkan perhatian musuh-nya, cicak dapat melepaskan diri. Musuhnya akan  terkecoh dan  hanya mendapatkan ekornya. Ekor cicak  ini dapat tumbuh kembali, namun lebih  pendek dan  lebih  lebar  dari  ekor  sebelumnya.

3. Bebek

Bebek  adalah jenis  unggas yang mencari makan di daerah perairan. Bagaimana bentuk penyesuaian diri yang dipunyai bebek untuk  bertahan hidup?  Bagaimana bentuk paruh dan  kaki bebek yang digunakan untuk mencari  makanannya?

Bebek  mempunyai bentuk paruh yang pipih.  Paruh pipih  digunakan untuk menyaring makanan dari lumpur. Kaki bebek memiliki  selaput yang berguna untuk  mendayung ketika  berenang. Perhatikan gambar  1.4!

4. Unta

Di manakah unta  hidup? Di padang pasir, bukan? Padang pasir  meru- pakan tempat yang kering  dan  panas di siang hari. Pada malam hari udara sangat  dingin.  Untuk  dapat bertahan hidup, unta  dan  semua makhluk hidup yang berada di padang gurun memiliki  tubuh dan  cara  hidup yang sudah teradaptasi  dengan keadaan seperti itu.

Bentuk  dan  susunan tubuh unta  sesuai dengan lingkungan padang pasir. Unta tahan terhadap kekeringan. Unta mampu menyimpan air dalam tubuhnya dan dapat bertahan hidup tanpa minum air dalam waktu  yang lama.  Unta mampu minum sekitar 57 liter air sekali  minum. Air tersebut masuk ke seluruh tubuhnya dan  sebagian disimpan. Unta  mengeluarkan sedikit  urine,  feses kering, dan  mengeluarkan banyak keringat.

Unta  memiliki  punuk yang berisi lemak.  Lemak  ini digunakan sebagai sumber tenaga jika binatang ini tidak mempunyai makanan. Cadangan lemak ini memungkinkan unta  berjalan jauh tanpa merasa kelaparan. Lemak ini juga  berguna untuk  menghangatkan tubuhnya. Unta  memiliki  rambut tebal di punggung untuk menjaga panas  tubuhnya.

5. Beruang kutub

Tentu  kamu  pernah mendengar tentang Kutub  Utara  dan  Selatan! Daerah  tersebut selalu  ditutupi salju.  Suhu  terendah di Kutub  Selatan mencapai –90O C. Tentu sangat dingin, bukan? Adakah makhluk hidup yang tinggal di sana?

Beruang kutub  adalah salah satu hewan yang mampu hidup di sana. Bagaimana beruang itu  dapat bertahan di lingkungan sangat dingin ter- sebut?  Adakah  ciri khusus yang  dimilikinya? Ternyata, beruang  kutub  mempunyai  lapisan lemak  sangat tebal.  Lapisan  lemak  berguna untuk  melindungi tubuhnya  dari  udara dingin. Tubuhnya juga  tertutup rambut yang sangat tebal. Tubuhnya ditutupi rambut putih  agar  tersamar dengan salju.  Hal ini berguna untuk  melindungi diri  dari  sergapan musuhnya. Beruang kutub  juga  mengeluarkan  banyak urine.

Beruang dan  hewan lain  yang  hidup  di  daerah kutub  melakukan hibernasi. Hibernasi adalah beristirahat atau  tidur  dalam keadaan dingin. Hibernasi merupakan  bentuk penyesuaian  diri  terhadap  perilaku yang dilakukan hewan kutub  untuk  melindungi diri dari  keadaan dingin.

B. Ciri Khusus Tumbuhan

Ciri khusus juga  ditemui pada berbagai jenis  tumbuhan. Ciri khusus ini  digunakan untuk  bertahan hidup  di lingkungannya dan  melindungi diri dari  pemangsa.  Bagaimana tumbuhan air (hidrofita)  hidup  di ling- kungan berair?  Apa  pula  ciri khusus tumbuhan yang  hidup  di daerah padang gurun kering  (xerofita)?

1. Tumbuhan Gurun

Tumbuhan  apakah yang  dapat bertahan hidup  di  daerah kering? Apakah mereka tidak  kekurangan air? Ciri khusus apa  yang mereka miliki sehingga dapat bertahan di lingkungan tersebut? Kaktus  adalah satu jenis dari sekian banyak jenis tumbuhan gurun. Kaktus termasuk dalam golongan  xerofita.

Perhatikan gambar  1.7! Ciri khusus kaktus  yang terlihat adalah bentuk daunnya yang termodifikasi menjadi duri dan  batangnya berdaging untuk menyimpan air. Batang juga  dilapisi  lilin yang berfungsi untuk  mencegah keluarnya air yang  berlebihan.  Ciri khusus lain  adalah akar  panjang dan menyebar luas  ke dalam tanah agar  bisa  menyerap banyak air.

2. Tumbuhan pemakan serangga

Biasanya, tumbuhan menjadi mangsa bagi  hewan. Tumbuhan di- makan hewan untuk  memenuhi kebutuhan pangannya. Namun, ada  jenis tumbuhan  yang memangsa  hewan. Tumbuhan apakah ini?

Tumbuhan pemakan serangga antara lain kantung semar dan  venus. Tumbuhan tersebut memakan serangga sebagai sumber makanannya. Terutama kebutuhannya akan  nitrogen. Tumbuhan ini menjebak serangga untuk  dijadikan sumber makanan. Bagaimana caranya?

Perhatikan gambar 1.8a! Tumbuhan kantung semar dilengkapi dengan daun penjebak mangsanya. Kantung semar memiliki  daun berbentuk pia- la. Bagian dalam piala  mengeluarkan nektar. Nektar  adalah cairan manis bahan pembuat madu. Nektar  dapat memikat serangga untuk  datang. Se- rangga akan  hinggap pada dinding piala  yang licin. Serangga akan  jatuh  ke dalam cairan di dalam daun. Lama  kelamaan serangga akan  mati  dan  dicerna dalam  bentuk cairan.  Cairan  yang  mengandung  nitrogen akan diserap oleh  tumbuhan itu.

Bagaimana dengan tumbuhan venus? Bagaimana tumbuhan ini men- jebak  serangga? Perhatikan gambar  1.8b!  Daun  venus mempunyai bulu dan  engsel.  Daun  itu terbuka menunggu serangga yang  datang. Ketika serangga menyentuh bulu-bulu daun, kedua bagian daun akan  mengatup dengan cepat. Venus  akan  mencerna serangga lalu menyerap nitrogen dari  serangga tersebut.

Bagaimana jika tidak ada  serangga yang dijebak? Tumbuhan pemakan serangga mampu melakukan fotosintesis. Dengan demikian, mereka tidak perlu  khawatir akan  kekurangan pangan.

3. Tumbuhan air

Tumbuhan apakah yang dapat hidup di air tanpa mengalami kebusukan? Bagaimana cara  mereka menyesuaikan diri?  Teratai dan  eceng gondok  merupakan jenis  tumbuhan yang hidup di air.

Perhatikan gambar  1.9a!  Teratai berdaun lebar  dan  tipis.  Permukaan daun  yang lebar  dan  tipis  tersebut memudahkan terjadinya penguapan. Dengan demikian, tumbuhan teratai tidak akan  busuk walaupun terendam air. Selain itu,  teratai mempunyai saluran udara pada batangnya.

Eceng gondok mempunyai pelepah daun dengan rongga-rongga udara.  Rongga udara ini berfungsi sebagai tempat udara. Dengan demikian, tumbuhan  ini dapat mengapung di air.  Selain  itu,  eceng gondok juga melakukan gutasi. Gutasi  adalah pengeluaran tetes air melalui ujung daun.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s