BAB XI. Gerak Bumi, Bulan, dan Matahari

Mata Pelajaran            :   Ilmu Pengetahuan Alam ( IPA ) 

Kelas/Semester            :   VI / 2

Materi Pokok               :   Bumi dan Alam Semesta

Waktu                          :   6 x 45 menit (3 x pertemuan)

Metode                         :   Ceramah dan diskusi

  1. A.    Standar Kompetensi       :

9. Memahami matahari sebagai pusat tata surya dan interaksi bumi dalam tata surya

  1. B.     Kompetensi Dasar

9.2 Mendeskripsikan peristiwa rotasi bumi, revolusi bumi dan revolusi bulan

  1. C.    Tujuan Pembelajaran**:
  • Siswa dapat Memahami peta konsep tentang gerak bumi
  • Siswa dapat Memahami analogi rotasi bumi dengan sebuah gasing
  • Siswa dapat Mengetahui lamanya rotasi bumi selama sehari adalah 24 jam
  • Siswa dapat Menjelaskan pengaruh rotasi
  • Siswa dapat Memahami bahwa bumi beredar mengelilingi matahari
  • Siswa dapat Mengetahui kemiringan bumi saat megitari matahari yaitu 23½° dari garis tegak lurus pada ekliptika
  • Siswa dapat Menjelaskan pengaruh revolusi bumi yaitu terjadinya perubahan musimdibelahan bumi utara dan belahan bumi selatan
  • Siswa dapat Menjelaskan pergerakan bulan dalam peredarannya
  • Siswa dapat Mengetahui kedudukan revolusi bulan, dengan memahami fase-fase bulan

& Karakter siswa yang diharapkan : Disiplin (Discipline), Rasa hormat dan perhatian (respect), Tekun (diligence) , Tanggung jawab (responsibility) Dan Ketelitian (carefulness)

  1. D.    Materi Essensial

Gerakan Bumi dan Bulan.

  • Rotasi bumi
  • Revolusi Bumi
  • Rotasi dan revolusi Bulan

Materi Pembelajaran :

Masih ingatkah kamu  bagaimana Matahari terbit  dan  terbenam? Peris-  tiwa  terbit  dan  terbenamnya matahari adalah salah  satu  akibat  adanya interaksi  antara Bumi  dan  Matahari.

Adakah akibat-akibat lainnya? Perbedaan  dan  pembagian waktu  juga akibat  dari  interaksi bumi  dengan matahari. Jika  di Jawa pukul  7 pagi,  pukul  berapa di daerah Bali, Kalimantan Tengah, dan  Sulawesi Barat?

Coba  kamu  amati gambar  12.1  berikut!

Amati dan  Pikirkan!

A. Rotasi bumi

Apakah rotasi bumi itu? Rotasi bumi  adalah gerakan bumi  pada porosnya. Poros adalah sumbu bumi.  Sumbu itu hanya bersifat khayal. Coba kamu perhatikan gambar  12.2.  Bumi  berputar ber- lawanan dengan arah  jarum jam yaitu dari barat ke timur. Perputar- an  bumi  sebesar 360O     ditempuh dalam waktu  24 jam.  Jadi  setiap 1O    bujur  ditempuh selama 4 menit

Apakah akibat  rotasi bumi? Beberapa akibat  rotasi bumi  adalah seba- gai  berikut.

1. Bumi mengalami pergantian siang dan malam

Bumi berputar pada porosnya selama 24 jam. Ketika berputar, bagian- bagian bumi  yang menghadap ke cahaya matahari mengalami siang dan bagian sebaliknya akan  mengalami malam. Siang dan  malam akan  terus

berganti selama Bumi  masih berputar. Perhatikan gambar  12.3  berikut!

2. Matahari seolah-olah terbit dari timur dan terbenam di barat

Akibat  gerak  rotasi  bumi  dari  barat  ke timur  maka  Matahari terlihat bergerak terbit  di sebelah timur  dan  terbenam di sebelah barat. Pada ke- adaan  sebenarnya  Matahari tidak  bergeser. Gerakan matahari tersebut dinamakan  gerak semu harian matahari.

3. Terjadinya perbedaan dan pembagian waktu

Ingatlah kembali bahwa Bumi  berputar pada  porosnya sejauh 360O penuh, dalam waktu  24 jam! Jadi  1O   ditempuh Bumi selama 4 menit. Oleh karenanya setiap daerah yang memiliki  selisih 1O   bujur  berbeda waktunya

4 menit. Jadi, setiap 15O   bujur  bumi  memiliki  selisih waktu  1 jam. Sebagai patokan waktu  dunia adalah bujur  0O   yang ditetapkan di kota  Greenwich London Inggris.  Bujur  0O     dinamakan meredian  pangkal.                                                                                           Greenwich sebagai bujur  pangkal (0O) dikenal sebagai Greenwich Mean Time  (GMT).

Dunia  terbagi atas 24 daerah waktu,  terdiri  atas 2 bagian besar yaitu Bujur Barat  dan  Bujur Timur,  masing-masing memiliki  besar 180O.  Angka 360O 24 diperoleh dari 15O      .

Bentang bujur dari Greenwich ke Indonesia besarnya 105O   Bujur Timur. Nah, untuk  mengetahui selisih waktu  antara Inggris dan  Indonesia digunakan  cara  berikut:

Jadi  selisih waktu  antara Indonesia dan  Inggris adalah 7 jam.

Secara terperinci Indonesia memiliki  3 daerah waktu: Waktu  Indone- sia bagian Barat (WIB), Waktu Indonesia bagian Tengah (WITA), dan Waktu Indonesia bagian Timur  (WIT). Masing-masing daerah waktu  memiliki  se- lisih 1 jam. Wilayah  Indonesia bagian Timur tentu mengalami pagi terlebih dahulu. Jadi, bila  di Papua pukul  07.00,  di Sulawesi pukul  06.00  dan  di

Sumatera masih pukul  05.00.  Coba  perhatikan gambar  12.4!

3. Terjadinya gerakan udara (angin)

Saat  berotasi, bagian-bagian bumi  yang  mendapat penyinaran ma- tahari  tentu  bergantian, bukan? Nah,  penyinaran matahari pada  bagian permukaan  bumi  tertentu mengakibatkan pergantian suhu  pada  siang maupun malam  hari.

Ingatkah kamu  bahwa udara bergerak dari  daerah dingin ke  daerah panas? Udara bergerak dari  kutub  utara dan  selatan ke arah  khatulistiwa yang selalu bersuhu lebih  tinggi.  Dari kutub  utara udara  berbelok ke kiri dan  dari kutub  selatan udara berbelok ke kanan.

Di daerah terbatas juga  terjadi  gerakan udara. Matahari menyinari dan  memanasi daratan dan  lautan. Pada  siang  hari  daratan lebih  cepat panas dan lautan lebih  lambat panas. Akibatnya udara bergerak dari  laut ke darat. Terjadilah angin laut. Pada malam hari, daratan lebih cepat dingin dan  tekanan  udara menjadi maksimum. Sementara,  lautan  lebih  panas dan  tekanan udara  minimum. Akibatnya, udara akan  bergerak dari  darat ke laut.  Saat itu terjadilah angin darat. Coba  perhatikan gambar  12.5!

a. Pada malam hari terjadi  angin darat

b. Pada siang hari terjadi  angin laut

B. Revolusi Bumi dan Bulan

1. Peristiwa revolusi bumi

Selain  berputar pada  porosnya (berotasi), Bumi  juga  mengelilingi Matahari. Gerakan bumi  mengelilingi Matahari dinamakan revolusi. Revo- lusi  bumi  dilakukan bersama-sama dengan bulan.

Beberapa akibat  yang terjadi karena peristiwa revolusi bumi  adalah sebagai berikut.

a.  Terjadinya perubahan musim

Kita mengenal musim hujan dan  musim kemarau. Ada  negara yang mengalami musim semi, musim panas, musim gugur, dan  musim dingin bersalju. Ya, musim  terjadi  karena adanya interaksi bumi  dan  matahari yang  disebut revolusi bumi.

Bagaimana revolusi bumi  dapat mengakibatkan terjadinya pergantian musim? Musim  datang bergantian karena saat  berotasi dan  berevolusi posisi bumi  miring  lebih  kurang 23,5O ke arah  timur  laut dari sumbu bumi (Utara-Selatan).

Saat  kutub  utara  condong ke Matahari, belahan bumi  bagian utara akan  bertambah dekat  dengan  Matahari. Akibatnya bumi  belahan utara akan mengalami musim panas. Sebaliknya, bumi  belahan selatan menjadi semakin jauh  dari  matahari dan  akan  mengalami musim dingin. Antaramusim panas dan  musim dingin akan  terjadi musim semi dan  gugur.

a. Musim panas                                                            b. Musim dingin

Apa  yang terjadi jika kutub  selatan berganti condong lebih  dekat ke arah matahari? Perhatikan baik-baik gambar  12.7!

Perhatikan globemu! Garis 0O   disebut garis khatulistiwa. Daerah sekitar khatulistiwa antara               O   LU –           O   LS adalah daerah lintang rendah. Daerah antara dan  daerah antara O   –           O   LU dan  LS disebut daerah lintang sedang O   – 90O    LU dan  LS disebut daerah lintang tinggi atau  lintang jauh.  Nah jika kamu  sudah tahu  pembagian itu, cobalah tebak mengapa khatulistiwa dan  daerah lintang rendah tidak mengalami musim dingin?  Jika  kamu  perhatikan, sebenarnya daerah khatulistiwa tidak  per- nah  miring  ke arah  matahari. Akibatnya, daerah sekitar khatulistiwa akan terkena panas  sepanjang tahun. Daerah khatulistiwa dan  lintang rendah biasa  disebut daerah  beriklim  tropis. Daerah iklim tropis  mengalami 2 musim.

Daerah lintang sedang dan  lintang tinggi  atau  lintang jauh  mengalami 4 musim. Pergantian 4 musim di daerah sedang adalah sebagai berikut.

21 Maret  – 21 Juni

-    Belahan utara mulai  mendekati Matahari dan  belahan selatan agak menjauh.

-    Belahan bumi  utara mengalami musim semi.

-    Belahan bumi  selatan mengalami musim gugur.

21 Juni  – 21 September

-    Belahan utara  posisi condong ke Matahari dan belahan selatan ter- jauh.

-    Belahan bumi  utara mengalamai musim panas.

-    Belahan bumi  selatan mengalami musim dingin.

21 September – 21 Desember

-    Belahan utara agak  menjauh dari  Matahari, belahan selatan mulai mendekat

-    Belahan bumi  utara mengalami musim gugur.

-    Belahan bumi  selatan mengalami musim semi.

21 Desember – 21 Maret

-    Belahan selatan berada pada posisi terdekat dengan Matahari dan  belahan utara posisi terjauh dari  Matahari.

-    Belahan bumi  utara mengalami musim dingin.

-    Belahan bumi  selatan mengalami musim panas.

Bagaimana musim-musim yang  mungkin terjadi  jika posisi bumi berbeda, terutama pada tanggal 21 Maret  – 21 Juni, 1 Juni  – 21 spetember,

21 Sepetember – 21 Desember, dan  21 Desember – 21 Maret?

Coba  kamu  selidiki  sendiri musim-musim yang  mungkin terjadi  jika posisi  bumi  berbeda, terutama pada  tanggal tertentu seperti Gambar4.26.  Negara-negara mana saja  yang mengalami 2 musim dan  negara-negara mana yang mengalami 4 musim? Lakukan  pengamatan de-ngan bantuan globemu melalui kegiatan 12.1!

Kegiatan 12.1

Alat dan  bahan:

-    Globe.

-    Senter (andaikan sebagai Matahari).

-    Kotak atau  buku-buku tebal sebagai alas.

-    Buku  catatan.

Langkah-langkah kegiatan:

1.   Mula-mula cari  daerah yang  cukup  luas  untuk  melakukan per- cobaan  ini.

2.   Mula-mula letakkan sentermu di atas kotak  atau  tumpukan buku.

Usahakan tinggi senter tepat sama dengan garis  khatulistiwa pada globe.

3.   Letakkan  globe dengan jarak tertentu dari senter, mula-mula tepat di titik A (sebelah timur  senter).  Posisi  sumbu condong ke timur  laut pada (lihat gambar).  Nyalakan senter, perhatikan daerah dan  negara-negara yang paling  dekat dengan senter juga  daerah jauh dari  senter. Apakah kutub  utara adalah tempat terjauh?

4.   Tanpa mengganti posisi globe, gerakkan globe ke arah  utara sen-  ter (di titik B). Bagaimana jarak  kutub  utara dan  selatan terhadap matahari.

5.   Tanpa  mengganti posisi globe, gerakkan globe ke  arah  barat senter (di titik C). Perhatikan kutub  mana yang jaraknya lebih dekat dengan  matahari. Hadapkan senter ke arah  utara dan  nyalakan. Musim    apa  yang  terjadi  di daerah lintang  sedang dan  lintang jauh?  Negara-negara mana yang mengalami musim yang sama?

6.   Tanpa  mengganti posisi globe, gerakkan globe ke arah  selatan senter  (di  titik D). Bagaimana jarak  kutub  utara  dan  selatan terhadap  Matahari?

b.   Terjadinya gerak semu tahunan matahari

Perhatikan gambar  12.9!  Revolusi bumi  mengakibatkan terjadinya ge- rak semu tahunan matahari. Artinya,  Matahari seolah-olah terbit  dari  titik

yang berbeda setiap periode tertentu dalam satu tahun.

Posisi  matahari tanggal 21 Maret

Bila dilihat  dari  Bumi,  Matahari terbit  tepat di  sebelah timur  dan terbenam tepat di sebelah barat. Posisi  matahari tepat pada 0O.

Posisi  matahari tanggal 21 Juni

Bila diamati dari  Bumi,  Matahari terbit  tidak  tepat di sebelah timur  namun bergeser sedikit  ke utara. Sebenarnya, Bumilah yang saat itu berada di selatan khatulistiwa pada posisi

Posisi  matahari tanggal 21 September

23 1   O LS.

Bumi  bergerak sedikit  ke atas dan  kembali sejajar dengan  Matahari. Bila diamati Matahari terbit  tepat di sebelah timur  pada posisi 0O.

Posisi  matahari tanggal 21 Desember

Bumi  mulai  bergerak ke  atas  dan  seolah-olah Matahari berada di sebelah selatan. Pada kenyataannya Bumilah yang berada pada posisi 23      O   LU (di sebelah utara khatulistiwa).

2. Peristiwa revolusi bulan

Ada 3 gerakan Bulan,  yaitu  berputar pada porosnya, berputar menge- lilingi  Bumi  dan  bersama-sama Bumi  mengelilingi Matahari. Cobalah kamu  bayangkan!

Bulan berputar mengelilingi Bumi. Gerakan itu disebut revolusi. Itulah sebabnya Bulan  disebut satelit bumi. Dalam  waktu  bersamaan Bulan  ber- sama-sama dengan Bumi  mengelilingi Matahari.

Rotasi  dan  revolusi bulan  mengelilingi Bumi  membutuhkan waktu  yang  sama. Itulah  sebabnya wajah bulan yang terlihat dari  Bumi  selalu sama dari waktu  ke waktu.

Tentu  kamu  sudah pernah melihat bola  tiruan  bumi  (globe). Masih ingatkah kamu  mengenai bagaimana rotasi bumi  terjadi? Untuk  lebih  me- mahaminya lakukan  kegiatan 12.2  berikut!

Kegiatan 12.2

Alat dan  bahan:

-    Bola  bumi  tiruan (globe)

-    Senter

Langkah-langkah kegiatan:

1.   Sinarilah globe dengan senter dari  jarak  tertentu! Amatilah yang terjadi!  Apakah kamu  melihat daerah-daerah terang dan  gelap? Daerah  yang  terang mengalami siang  dan  daerah yang  gelap mengalami malam. Sebutkan daerah-daerah  yang  me-ngalami siang  dan  malam!

2.   Putarlah globe dengan tetap menyinarinya. Apa  yang terjadi?

Bagaimana revolusi bulan dan  bumi  terjadi? Mari kita pahami melalui kegiatan 12.3  berikut ini!

Kegiatan 12.3

Alat dan  bahan:

-    Alat peraga sistem tata  surya.*

*      Apabila tidak ada alat peraga tersebut di kelasmu, dapat dibuat alat peraga sendiri dengan bahan-bahan berikut.

-    Sebuah jeruk  keprok, 1 buah

jeruk  nipis,  dan  1 buah jeruk limau

-    Potongan pipa  berlubang (le- bih  kurang  1cm)  panjang  8 cm

-    Plastisin secukupnya

-    Tiga buah  kawat  dengan pan- jang 30 cm, 20 dan 15 cm

Langkah-langkah kegiatan:

1.   Mula-mula tekuk 2 kawat ukur- an 30 cm  dan  20 cm  menjadi seperti gambar  a.

2.   Andaikan jeruk  keprok adalah matahari, tusuklah tepat pada bagian  sumbunya  dengan kawat  berukuran 15 cm.

jeruk keprok jeruk nipis jeruk limau

Andaikan jeruk  nipis  sebagai bumi  tusuklah dengan kawat berukuran 30 cm  yang sudah ditekuk.

Andaikan jeruk  limau  sebagai bulan, tusuklah dengan kawat ukuran 20 yang telah  ditekuk.

Perhatikan gambar  b.

3.   Susunlah plastisin, pipa,  dan kawat-kawat yang telah  diberi jeruk  seperti susunan pada gambar  c.

4. Sekarang, putarlah Bulan mengelilingi bumi. Lalu Bulan bersama-sama dengan Bumi mengelilingi Matahari seperti gambar  d.

C. Terjadinya Gerhana

Gerhana adalah peristiwa alam  yang sangat menakjubkan. Pernahkah kamu  melihat terjadinya gerhana?  Andaikan belum  pernah mengalami- nya, kamu dapat mempelajari dan  membayangkan dengan melihat foto- foto  yang pernah  dibuat.

Kapan  gerhana terjadi? Ingatlah bahwa Bumi  berputar mengelilingi Matahari  sedangkan Bulan  berputar  mengelilingi Bumi.  Orbitnya ber- bentuk elips  sehingga pada saat tertentu Bumi,  Matahari dan  Bulan  akan berada dalam 1 garis  lurus. Nah,  pada saat itulah  akan  terjadi gerhana.

1. Gerhana bulan

Gerhana bulan  terjadi  bila  Bulan  tidak  terlihat karena tertutup oleh bayangan bumi. Gerhana Bulan  terjadi pada malam hari  saat bulan pur- nama.  Pada  saat  itu Bulan,  Bumi,  dan  Matahari berada pada  satu  garis  lurus, di mana Bumi berada diantara Bulan dan  Matahari. Coba  perhatikan

Terjadinya gerhana bulan total dan gerhana bulan sebagian

Ada  2 macam gerhana bulan, yaitu  gerhana bulan total  dan  gerhana bulan sebagian. Gerhana bulan total terjadi jika seluruh bulan berada dalam bayang-bayang inti bumi  (umbra). Gerhana bulan  sebagian terjadi  jika bulan  berada dalam  bayang-bayang kabur  bumi  (penumbra). Gerhana bulan dapat berlangsung selama 5-6 jam. Namun demikian, gerhana bulan total  hanya berlangsung lebih  kurang 1 jam  40 menit.

Mengapa gerhana bulan dapat berlangsung cukup lama? Ketika Bumi bergerak ke kiri mengitari Matahari, Bulan bergerak ke kiri mengitari Bumi dan  Matahari. Karena  arah  bumi  dan  bulan  sama, maka  waktu  terjadi gerhana cukup lama. Tetapi  karena bulan bergerak lebih  cepat mengitari Bumi dibandingkan Bumi  mengitari Matahari, maka gerhana usai  setelah lebih  kurang 5 jam.  Ibarat  orang berjalan, Bumi  dan  Bulan  seperti orang berjalan beriringan.

2. Gerhana matahari

Gerhana matahari terjadi  karena matahari tertutup oleh  bayangan bulan.  Bagaimana hal  itu bisa  terjadi? Bukankah Bulan  jauh  lebih  kecil dari  Matahari?  Ingatlah kembali, bahwa jarak  bulan  ke Bumi  jauh  lebih dekat dibandingkan jarak matahari ke Bumi.  Jadi, jika kita lihat Bulan  dan  Matahari tampak hampir  sama besar.

Gerhana matahari terjadi pada siang hari, saat bulan baru (bulan mati) dan  bulan purnama. Pada saat itulah  Matahari, Bulan  dan  Bumi  berada dalam satu garis  lurus, di mana Bulan berada di antara Bumi dan  Matahari.

Gerhana terjadi hanya di sebagian permukaan bumi. Mengapa? Ya, karena  ukuran bulan lebih  kecil  dari  bumi. Jadi, bayangan bulan hanya akan  menimpa sebagian permukaan bumi  saja,  bukan?

Ada  3 macam gerhana matahari, yaitu: gerhana matahari total; ger- hana matahari sebagian; dan  gerhana matahari cincin.  Permukaan bumi yang terkena  bayangan inti bulan (umbra) mengalami gerhana matahari total.  Permukaan  bumi yang dikenai bayangan kabur  bulan (penumbra) mengalami gerhana  matahari sebagian.

Perhatikan gambar  12.13!

Kapan  gerhana matahari cincin  terjadi? Gerhana matahari cincin terjadi  pada  saat  jarak  bulan  ke Bumi  berada pada  titik terjauh. (Orbit bulan  mengelilingi bumi  adalah elips).  Daerah yang  terkena lanjutan bayangan inti  bulan  (umbra) akan  mengalami gerhana matahari cincin (bagian A). Jadi  gerhana matahari cincin  merupakan gerhana matahari total,  dengan posisi  bulan  yang menutupi bagian tengah dari  matahari.

Coba  kamu  perhatikan foto-foto yang  berhasil dibuat saat  gerhana matahari total  melintas Indonesia tahun 1983.

a. Bayangan bulan mulai  menutup  Matahari

b.Saat bayangan bulan   menutup hampir seluruh permukaan matahari

c. Saat Matahari tertutup seluruhnya atau  terjadi gerhana matahari total

Gerhana matahari berlangsung sangat cepat, sekitar   5-7  menit. Mengapa gerhana matahari berlangsung sangat cepat? Ketika  Bumi bergerak  ke kiri mengelilingi matahari, Bulan  bergerak ke kiri juga  saat mengitari matahari. Karena  terjadi  arah  yang  berlawanan antara Bumi dan Bulan  dalam perjalanannya masing-masing, maka gerhana matahari berlangsung  sangat cepat. Ibaratnya orang berjalan berpapasan.

D. Perhitungan Kalender Masehi dan Kalender Hijriah

Apakah kalender itu?  Kalender disebut  juga  penanggalan.  Apakah kamu  rutin  melihat dan  mengecek kalendermu? Kalender dibuat untuk mengelompokkan  hari-hari. Kamu  dapat mengetahui hari,  bulan, dan  ta- hun  berganti dengan melihat kalender. Manusia dapat mengatur jadwal dan merencanakan kegiatannya dengan bantuan kalender. Perdagangan, pertanian, juga  kehidupan agama. Coba  buka  kalendermu dan  perhatikan nama-nama hari,  tanggal, bulan dalam satu tahun. Dalam  kalender juga ditunjukkan berbagai  waktu  yang ditandai dengan warna merah sebagai perayaan atau  peringatan  hari tertentu.

Di seluruh dunia orang selalu beramai-ramai menyambut datangnya tahun baru. Pernahkah kamu  mendengar berbagai tahun baru yang diraya- kan? Ada tahun baru masehi, tahun baru hijriah,  tahun baru saka,  tahun baru cina, dan  sebagainya. Apakah hal itu berarti ada banyak sistem kalen- der  yang digunakan? Benar! Namun kali ini kita cukup belajar mengenai kalender masehi dan  hijriah  yang digunakan untuk  menandai tahun ma- sehi  dan  tahun hijriah.

 

1. Tahun masehi

Tahun   masehi dihitung menurut perputaran  bumi   mengelilingi Matahari (revolusi). Satu hari  adalah jumlah waktu  yang diperlukan bumi  untuk melakukan rotasi. Satu tahun adalah jumlah waktu  yang diperlukan Bumi  untuk  mengelilingi Matahari. Satu  tahun  revolusi sama dengan

365,25  hari.  Satu tahun masehi terbagi atas 12 bulan.

Sejarah kalender masehi amat panjang. Namun, secara singkat dapat disebutkan bahwa di zaman Kerajaan Romawi pada masa pemerintahan Julius Caesar, 1 tahun ditetapkan 365 hari. Ke mana sisa 1/4 hari? Ternyata

1/4 hari  yang terkumpul selama 4 tahun atau  sama dengan 1 hari  itu di-

tambahkan ke dalam bulan Februari yang hanya terdiri  dari 28 hari.  Sejak itu setiap 4 tahun sekali  Februari memiliki  29 hari. Tahun itu disebut tahun kabisat.

Tahun kabisat terjadi jika suatu tahun habis dibagi 4, misalnya tahun

1996. Setelah 1500 tahun kalender masehi diperhitungkan ulang. Ternyata masih mengalami penyimpangan 10 hari.  Jumlah 10 hari diambilkan dari bulan  Oktober  tahun  1582.  Nah,  setelah melalui   sebuah perhitungan akhirnya sejak  1582  M ditetapkan oleh  Paus  Gregorius, bahwa  sebuah tahun dapat disebut tahun  kabisat jika habis  dibagi  4, dan  tahun  yang berakhir dengan ratusan (00) harus habis dibagi 400  pula.  Ketetapan ter- sebut dapat mengurangi penyimpangan yang terjadi pada kalender masehi

di masa Julius Caesar.

 

 

 

 

 

Apakah tahun 2004  termasuk tahun kabisat? Cobalah kamu  hitung!

Perayaan Natal  umat   Kristiani  didasarkan pada   kalender masehi, demikian juga  tahun baru yang umum dirayakan di seluruh dunia.Tentu, kamu sudah hafal nama-nama bulan dalam kalender masehi bukan? Coba  kamu  cocokkan ingatanmu sekaligus hafalkan jumlah  hari  untuk  setiap

bulannya dengan bantuan tabel  12.2  berikut!

 

No.              Nama  Bulan                    Jumlah  hari dalam  1 bulan

1.                 Januari                                    31 hari

2.                 Februari                                28 atau  29 hari

3.                 Maret                                     31 hari

4.                 April                                      30 hari

5.                 Mei                                        31 hari

6.                 Juni                                       30 hari

7.                 Juli                                        31 hari

8.                 Agustus                                  31 hari

9.                 September                              30 hari

10.               Oktober                                  31 hari

11.               Nopember                              30 hari

12.               Desember                               31 hari

Jumlah  hari                         365 atau 366 hari

2. Tahun hijriah

Tahun hijriah disebut juga  Tahun Bulan.  Mengapa? Karena, dasar per- hitungannya adalah lama  bulan mengitari Bumi.  Revolusi bulan menge- lilingi Bumi memerlukan waktu  lebih  kurang 29,5 hari. Jadi  1 tahun hijriah terdiri  atas 354 hari,  terbagi menjadi 12 bulan. Dalam  perhitungan diada- kan pembulatan, sehingga dalam kalender hijriah  usia  tiap bulan diselang seling antara 29 dan  30 hari,  kecuali  pada bulan Zulhijah.  Pembulatan itu menyebabkan penyimpangan  yang semakin lama  semakin besar seperti halnya  kalender masehi. Oleh  sebab  itu untuk  memperbaikinya dibuat tahun kabisat.

Tahun kabisat hijriah berusia 355 hari. Perhitungan tahun kabisat hijriah adalah setiap jangka 30 tahunan sejak  tahun tersebut ditetapkan. (Tahun hijriah mulai  ditetapkan pada tahun 638 Masehi). Selama 30 tahun ada  11 tahun kabisat, yaitu tahun ke-2, ke-5, ke-6, ke-10, ke-13, ke-16, ke-18, ke-21, ke-24, ke-26, dan tahun ke-29. Menurut perhitungan, jika suatu tahun hijriah dibagi   30  menyisakan  angka-angka tersebut  di  atas,   maka  tahun   itu termasuk tahun kabisat.

Contoh:

Angka 10 termasuk dalam 11 tahun yang disebutkan, maka tahun 1420

H termasuk tahun kabisat hijriah.

Bagaimana dengan tahun 1425  hijriah?  Apakah tahun tersebut terma- suk  tahun kabisat dalam penanggalan hijriah?  Coba  hitunglah!

Nama lain  untuk  tahun hijriah  adalah tahun komariah dan  tahun Is- lam.  Kalender hijriah  digunakan sebagai kalender keagamaan umat  Is- lam  atau  Muslim.  Umat  Muslim  menggunakan  kalender hijriah  untuk  menentukan  hari-hari penting dalam  perayaan agamanya.  Misalnya ka- pan  bulan Ramadhan  tiba,  Idul Fitri, Idul Kurban, dan  sebagainya. Coba kamu  hafalkan nama-nama bulan dalam kalender hijriah  pada Tabel 12.3!

Jika  kamu  perhatikan, tahun  hijriah  memiliki  selisih  11-12  hari  dari tahun  masehi. Tahun hijriah  lebih  cepat 11-12  hari.  Akibatnya, hari-hari perayaan agama Islam  selalu lebih  cepat pada tahun berikutnya, bukan? Coba  perhatikan  kalendermu! Perayaan Natal  selalu  jatuh  tanggal 25 Desember menurut kalender masehi, namun perayaan Idul Fitri menurut kalender masehi selalu maju  beberapa hari  setiap tahunnya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s